Jumat, 22 Juli 2016

Zika Ditemukan Menular Tanpa Kontak Seksual, Peneliti Kebingungan

Jakarta, Sebuah kasus penularan virus Zika yang tak lazim terjadi di AS baru-baru ini. Para peneliti pun dibuat kebingungan karenanya.

Kasus ini terjadi pada seorang pasien wanita yang menjadi caregiver atau merawat seorang pria lansia yang belakangan diketahui memiliki virus Zika dalam tubuhnya.

Seperti dikutip dari ABC News, kedua pasien yang dirahasiakan identitasnya itu juga masih memiliki hubungan darah.

Centers for Disease Control menerangkan, pasien lansia ini baru saja meninggal bulan Juni lalu. Ia memang pernah bepergian ke area yang terdampak Zika.

Yang menjadi catatan peneliti adalah, hasil tes di laboratoriumnya menunjukkan, dalam tubuh pria ini terdapat virus Zika dalam jumlah yang sangat tinggi, bahkan tercatat 100.000 kali lebih tinggi dari sampel pasien Zika pada umumnya.

Sejauh ini penularan virus Zika antarmanusia hanya terjadi karena hubungan seks atau paparan virus pada janin. Selain itu, Zika hanya bisa didapat dari gigitan nyamuk pembawanya. Akan tetapi sang perawat sendiri tidak mengalami ketiganya.

Untuk sementara peneliti berkesimpulan peluang penularan virus Zika dari satu individu ke individu lain yang tidak bersifat seksual kecil atau langka.

CDC lantas segera mengirim tim respons darurat untuk menyelidiki insiden tak lazim ini. Mereka pun menggelar wawancara dan melakukan pemeriksaan laboratorium kepada keluarga si perawat dan juga staf kesehatan lain yang sempat melakukan kontak dengan si pasien.

"Kami memastikan ada kontak dengan pasien yang sudah meninggal saat kondisinya sangat buruk. Tetapi seperti apa kontaknya, masih kami selidiki," tandas Gary Edwards, direktur Salt Lake County Health Department seperti dilaporkan BBC.

Di sisi lain, peneliti juga berencana mengumpulkan sejumlah nyamuk lokal untuk kemudian dicek apakah membawa dan menyebarkan virus Zika. Sebab sejauh ini belum ada laporan terkait nyamuk pembawa virus Zika yang masuk di negara bagian Utah.

"Untungnya, pasien dapat pulih dengan cepat, dan yang kami lihat dari 1.300-an kasus infeksi Zika karena bepergian dan bukan karena aktivitas seksual juga jarang terjadi," pungkas peneliti.

0 komentar :